Ibn Sulaeman
Monggo, ask me anything

a Brother ~ Prayers ~ walker
Pergi, kita datang untuk meninggal
Pergi, kita datang untuk meninggal
13 hours ago
5 notes

HUKUM TRUK SAMPAH

Saat itu saya naik sebuah taksi menuju bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taksi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa sentimeter dari mobil tersebut.

Anehnya, pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan malah memaki ke arah kami. Supir taksi hanya tersenyum dan melambai pada orang tersebut.

Saya sangat heran dengan sikapnya yang bersahabat. Saya bertanya, “Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!”

Saat itulah saya belajar dari supir taksi tersebut mengenai “Hukum Truk Sampah”.

Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah dalam wujud frustrasi, kemarahan dan kekecewaan. Seiring dengan semakin penuhnya sampah, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya.

Seringkali mereka membuangnya kepada kita. Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, doakan mereka, lalu lanjutkan hidup. Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui baik di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan.

Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan “truk sampah” mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

Hidup ini terlalu singkat untuk bangun di pagi hari dengan penyesalan. Kasihilah orang yang memperlakukan anda dengan baik, berdoalah bagi yang tidak.

Hidup itu 10% mengenai apa yg kau buat dengannya dan 90% ttg bagaimana kamu menghadapinya.

Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dlm hujan.

وَعِبَادُ الرَّحْمَنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا

wa’ibaadu rrahmaanilladziina yamsyuuna ‘alaa l-ardhi hawnan wa-idzaa khaathabahumu ljaahiluuna qaaluu salaamaa

[25:63] Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.

Qur’an Surat ke-25 (Al-Furqan), Ayat 63

Selamat menunaikan ibadah di bulan Ramadhan…

3 weeks ago
15 notes

Akhi Ukhti

Alhamdulillah udah masuk hari keenam

seharusnya hari ini paling tidak kita sudah berada di Juz ke 6

ingatlah.

hari-hari akan berlari meninggalkan kita

semua harta benda yg dikumpulkan juga akan ditinggalkan

namun Qur’an yg kita baca akan tetap menemani kita bahkan dia akan membantu Kita

perbanyaklah bacaan Qur’anmu

Al Aswad Bin Yazid seorang Tabi’in disebutkan bahwa bila masuk Ramadhan dia menghatamkan Qur’an setiap Dua Malam

kita berapa?

masih ada waktu…
jangan disia-siakan

PILIHLAH DARI DUNIA INI YG TETAP AKAN BERSAMAMU KETIKA SEMUANYA MENGECEWAKANMU DAN MELUPAKANMU

تقبل الله صيامكم واعمالكم الصالحة

Ust Syafiq Riza Basalamah

3 weeks ago
16 notes
Boleh jadi, saat engkau tertidur lelap…
Pintu-pintu langit sedang di ketuk oleh puluhan doa untukmu,dari seorang fakir yang kau tolong, atau dari seorang yang lapar yang kau beri makan, atau dari seorang yang sedih yang kau bahagiakan, atau dari seorang yang berpapasan dengan mu yang engkau beri senyuman, atau dari seorang yang di himpit kesulitan kau lapangkan,
„maka engkau jangan pernah sekali-seklai meremehkan kebaikan.
(Ibnul Qayyim Al Jauzziyah dalam Kitab miftah daada di ris sa’aadah)

Boleh jadi, saat engkau tertidur lelap…

Pintu-pintu langit sedang di ketuk oleh puluhan doa untukmu,dari seorang fakir yang kau tolong, atau dari seorang yang lapar yang kau beri makan, atau dari seorang yang sedih yang kau bahagiakan, atau dari seorang yang berpapasan dengan mu yang engkau beri senyuman, atau dari seorang yang di himpit kesulitan kau lapangkan,

„maka engkau jangan pernah sekali-seklai meremehkan kebaikan.

(Ibnul Qayyim Al Jauzziyah dalam Kitab miftah daada di ris sa’aadah)

1 month ago
215 notes

ISTRIMU ADALAH MAHKOTAMU

IWahai para suami…
Istrimu adalah mahkotamu…titipan dari Allah khusus untukmu yang harus kamu jaga….

Jangan sampai lelaki lain memakai mahkotamu…atau ikut menikmati indahnya mahkotamu…

Sungguh pilu hati ini tatkala melihat seorang suami membiarkan istrinya menjadi santapan pandangan mata-mata nakal para lelaki…., ikut menikmati keindahan tubuhnya….ikut tergiur memandang paras cantiknya…dimanakah kecemburuanmu ??

Ataukah engkau bangga jika kecantikan mahkotamu diketahui banyak lelaki…?, bangga jika mahkotamu ikut menggairahkan para lelaki ??

Ingatlah…Allah akan meminta pertanggung jawabanmu kelak..!!!

✏ Oleh Ustadz Firanda Andirja, Lc, MA حفظه الله تعالى

—-
WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
www.madinatulquran.or.id

1 month ago
13 notes

SIAPAKAH YANG MUNGKIN MENANTI ANDA ?

Pernahkah terpikir di hati ketika anda hendak keluar rumah bahwa bisa jadi malaikat maut sedang menanti di depan pintu ?

Atau barang kali ketika anda hendak pergi ke suatu tempat, bisa jadi malaikat maut sedang menanti anda di tempat tersebut ?

Simak dan renungkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut :

لَا يُقَدَّرُ لِأَحَدٍ يَمُوتُ بِأَرْضٍ، إِلَّا حُبِّبَتْ إِلَيْهِ وَجُعِلَ لَهُ إِلَيْهَا حَاجَةٌ ”

“Bila Allah telah menentukan kematian bagi seseorang terjadi di suatu negeri, maka Allah pasti akan menjadikannya cinta atau merindukan negeri itu, dan Allah akan menjadikannya merasa berkepentingan untuk pergi ke negeri itu.” (riwayat Ahmad dll).

Pikirkan baik-baik sobat, diri anda, jangan-jangan malaikat maut saat ini sedang menanti anda di tempat yang hendak anda tuju pagi ini.

Ya Allah ampunilah dosa-dosa kami. Amiin.

✏ Oleh Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

—-
WAGroup Madinatulquran : 0852-0023-6000
www.madinatulquran.or.id

1 month ago
17 notes
"Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku."
- Asy-Syu’ara 26:62 

"Sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku."

- Asy-Syu’ara 26:62 

3 months ago
185 notes
HasbiyaAllah wani’mal wakeel.. Cukup hanya Allah bagi ku.. Cukup.
Ni’mal mawla wani’man naseer. Dan Dia lah sebaik baik Pelindung.

HasbiyaAllah wani’mal wakeel.. Cukup hanya Allah bagi ku.. Cukup.

Ni’mal mawla wani’man naseer. Dan Dia lah sebaik baik Pelindung.

3 months ago
33 notes
Keburukanmu adalah aku dan khilafmu adalah kefakiranku menjagamu karna engkau adalah pakaianku dan aku adalah pakaianmu, istriku

Pak Prabowo, Kami Memilih Anda, Tapi…

Inilah Nasehat Salim A Fillah yang Langsung Direspon Prabowo
Diposkan oleh Bersama Dakwah pada Sabtu, 05 Juli 2014 | 21.04 WIB

Salah satu tugas ulama dan dai adalah ber-amar ma’ruf nahi munkar, termasuk menasehati pemimpin. Sedangkan pemimpin yang baik adalah sosok yang terbuka menerima kritik dan nasehat, terutama yang datang dari ulama.

Sore kemaren, jagad Twitter dicerahkan dengan twit Capres Prabowo Subianto yang secara terbuka menyampaikan bahwa ia menerima tulisan nasehat Salim A Fillah dan mencatatnya baik-baik.

“Sore ini saya membaca tulisan saudara kita di Melbourne @SalimaFillah. Terima kasih bung Salim. Saya catat baik-baik,” kata Prabowo melalui akun Twitternya @Prabowo08.

Seperti apa nasehat Salim A Fillah yang dicatat baik-baik oleh Prabowo? Berikut salinannya:

Pak Prabowo, Kami Memilih Anda, Tapi…

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi sungguh orang yang jauh lebih mulia daripada kita semua, Abu Bakr Ash Shiddiq, pernah mengatakan, “Saya telah dipilih untuk memimpin kalian, padahal saya bukanlah orang yang terbaik di antara kalian. Kalau saya berlaku baik, bantulah saya. Dan kalau anda sekalian melihat saya salah, maka luruskanlah.”

Maka yang kami harapkan pertama kali dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah kesadaran bahwa Anda bukan pahlawan tunggal dalam masa depan negeri ini. Barangkali memang pendukung Anda ada yang menganggap Andalah orang terbaik. Tetapi sebagian yang lain hanya menganggap Anda adalah sosok yang sedang tepat untuk saat ini. Sebagian yang lainnya lagi menganggap Anda adalah “yang lebih ringan di antara dua madharat”.

Tentu saja, mereka yang tidak memiliih Anda menganggap Anda bukan yang terbaik, tidak tepat, dan juga berbahaya.

Dan jika Anda, Pak Prabowo, nantinya terpilih menjadi Presiden, maka mereka semua akan menjadi rakyat yang dibebankan kepada pundak Anda tanggungjawabnya di hadapan Allah. Maka kami berbahagia ketika Anda berulang kali berkata di berbagai kesempatan, “Jangan mau dipecah belah. Jangan mau saling membenci. Kalau orang lain menghina kita, kita serahkan pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Maha Besar.”

Dan Anda juga harus menyadari bahwa barangsiapa merasa jumawa dengan kekuasaan, maka beban kepemimpinan itu akan Allah pikulkan sepelik-peliknya di dunia, dan tanggungjawabnya akan Dia jadikan penyesalan serta siksa di akhirat. Adapun pemimpin yang takut kepada Allah, maka Dia jadikan manusia taat kepadanya, dan Dia menolong pemimpin itu dalam mengemban amanahnya.

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi sungguh orang yang jauh lebih perkasa daripada kita semua, ‘Umar ibn Al Khaththab, pernah mengatakan, “Seandainya tidaklah didorong oleh harapan bahwa saya akan menjadi orang yang terbaik di antara kalian dalam memimpin kalian, orang yang terkuat bagi kalian dalam melayani keperluan-keperluan kalian, dan orang yang paling teguh mengurusi urusan-urusan kalian, tidaklah saya sudi menerima jabatan ini. Sungguh berat bagi Umar, menunggu datangnya saat perhitungan.”

Maka yang kami harapkan berikutnya dari Anda, Pak Prabowo, adalah sebuah cita-cita yang menyala untuk menjadi pelayan bagi rakyat Indonesia. Sebuah tekad besar, yang memang selama ini sudah kami lihat dari kata-kata Anda. Dan sungguh, kami berharap, ia diikuti kegentaran dalam hati, seperti ‘Umar, tentang beratnya tanggungjawab kelak ketika seperempat milyar manusia Indonesia ini berdiri di hadapan pengadilan Allah untuk menjadi penggugat dan Anda adalah terdakwa tunggal bila tidak amanah, sedangkan entah ada atau tidak yang sudi jadi pembela.

Pak Prabowo, jangankan yang tak mendukung Anda, di antara pemilih Andapun ada yang masih meragukan Anda karena catatan masa lalu. Saya hendak membesarkan hati Anda, bahwa ‘Umar pun pernah diragukan oleh para tokoh sahabat ketika dinominasikan oleh Abu Bakr sebab dia dianggap keras, kasar, dan menakutkan. Tapi Anda bukan ‘Umar. Usaha Anda untuk meyakinkan kami bahwa kelak ketika terpilih akan berlaku penuh kasih kepada yang Anda pimpin harus lebih keras daripada ‘Umar.

Pak Prabowo, kami memilih Anda karena kami tahu, seseorang tak selalu bisa dinilai dari rekam jejaknya. ‘Umar yang dahulu ingin membunuh Nabi, kini berbaring mesra di sampingnya. Khalid yang dahulu panglima kebatilan, belakangan dijuluki ‘Pedang Allah’. Tapi Anda bukan ‘Umar. Tapi Anda bukan Khalid. Usaha Anda untuk berubah terus menjadi insan yang lebih baik daripada masa lalu Anda akan terus kami tuntut dan nantikan. Ya, maaf dan dukungan justru dari orang-orang yang diisukan pernah Anda ‘culik’ menjadi modal awal kepercayaan kami kepada Anda.

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi orang yang jauh lebih dermawan daripada kita semua, ‘Utsman ibn ‘Affan, pernah mengatakan, “Ketahuilah bahwa kalian berhak menuntut aku mengenai tiga hal, selain kitab Allah dan Sunnah Nabi; yaitu agar aku mengikuti apa yang telah dilakukan oleh para pemimpin sebelumku dalam hal-hal yang telah kalian sepakati sebagai kebaikan, membuat kebiasaan baru yang lebih baik lagi layak bagi ahli kebajikan, dan mencegah diriku bertindak atas kalian, kecuali dalam hal-hal yang kalian sendiri menyebabkannya.”

Ummat Islam amat besar pengorbanannya dalam perjuangan kemerdekaan negeri ini. Pun demikian, sejarah juga menyaksikan mereka banyak mengalah dalam soal-soal asasi kenegaraan Indonesia. Cita-cita untuk mengamalkan agama dalam hidup berbangsa rasanya masih jauh dari terwujud.

Tetapi para bapak bangsa, telah menitipkan amanah Maqashid Asy Syari’ah (tujuan diturunkannya syari’at) yang paling pokok untuk menjadi dasar negara ini. Lima hal itu; pertama adalah Hifzhud Diin (Menjaga Agama) yang disederhanakan dalam sila Ketuhanan Yang Maha Esa. Kedua Hifzhun Nafs (Menjaga Jiwa) yang diejawantahkan dalam sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab. Ketiga Hifzhun Nasl (Menjaga Kelangsungan) yang diringkas dalam sila Persatuan Indonesia. Keempat Hifzhul ‘Aql (Menjaga Akal) yang diwujudkan dalam sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan. Dan kelima, Hifzhul Maal (Menjaga Kekayaan) yang diterjemahkan dalam sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami berharap Anda akan melaksanakan setidak-tidaknya kelima hal tersebut; menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga kelangsungan, menjaga akal, dan menjaga kekayaan; dengan segala perwujudannya dalam kemaslahatan bagi rakyat Indonesia. Kami memilih Anda ketika di seberang sana, ada wacana semisal menghapus kolom agama di KTP, melarang perda syari’ah, mengesahkan perkawinan sejenis, mencabut tata izin pendirian rumah ibadah, pengalaman masa lalu penjualan asset-aset bangsa, lisan-lisan yang belepotan pelecehan kepada agama Allah, hingga purna-prajurit yang tangannya berlumuran darah ummat.

Pak Prabowo, seperti ‘Utsman, jadilah pemimpin pelaksana ungkapan yang amat dikenal di kalangan Nahdlatul ‘Ulama, “Al Muhafazhatu ‘Alal Qadimish Shalih, wal Akhdzu bil Jadidil Ashlah.. Memelihara nilai-nilai lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.”

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi orang yang lebih zuhud daripada kita semua, ‘Ali ibn Abi Thalib, pernah mengatakan, “Barangsiapa mengangkat dirinya sebagai pemimpin, hendaknya dia mulai mengajari dirinya sendiri sebelum mengajari orang lain. Dan hendaknya ia mendidik dirinya sendiri dengan cara memperbaiki tingkah lakunya sebelum mendidik orang lain dengan ucapan lisannya. Orang yang menjadi pendidik bagi dirinya sendiri lebih patut dihormati ketimbang yang mengajari orang lain.”

Pak Prabowo, hal yang paling hilang dari bangsa ini selama beberapa dasawarsa yang kita lalui adalah keteladanan para pemimpin. Kami semua rindu pada perilaku-perilaku luhur terpuji yang mengiringi tingginya kedudukan. Kami tahu setiap manusia punya keterbatasan, pun juga Anda Pak. Tapi percayalah, satu tindakan adil seorang pemimpin bisa memberi rasa aman pada berjuta hati, satu ucapan jujur seorang pemimpin bisa memberi ketenangan pada berjuta jiwa, satu gaya hidup sederhana seorang pemimpin bisa menggerakkan berjuta manusia.

Pak Prabowo, kami memilih Anda sebab kami tahu, kendali sebuah bangsa takkan dapat dihela oleh satu sosok saja. Maka kami menyeksamai sesiapa yang ada bersama Anda. Lihatlah betapa banyak ‘Ulama yang tegak mendukung dan tunduk mendoakan Anda. Balaslah dengan penghormatan pada ilmu dan nasehat mereka. Lihatlah betapa banyak kaum cendikia yang berdiri memilih Anda, tanpa bayaran teguh membela. Lihatlah kaum muda, bahkan para mahasiswa.

Didiklah diri Anda, belajarlah dari mereka; hingga Anda kelak menjelma apa yang disampaikan Nabi, “Sebaik-baik pemimpin adalah yang kalian mencintainya dan dia mencintai kalian. Yang kalian doakan dan dia mendoakan kalian.”

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi orang yang lebih adil daripada kita semua, ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, pernah mengatakan, “Saudara-saudara, barangsiapa menyertai kami maka silahkan menyertai kami dengan lima syarat, jika tidak maka silahkan meninggalkan kami; yakni, menyampaikan kepada kami keperluan orang-orang yang tidak dapat menyampaikannya, membantu kami atas kebaikan dengan upayanya, menunjuki kami dari kebaikan kepada apa yang kami tidak dapat menuju kepadanya, dan jangan menggunjingkan rakyat di hadapan kami, serta jangan membuat-buat hal yang tidak berguna.”

Sungguh karena pidato pertamanya ini para penyair pemuja dan pejabat penjilat menghilang dari sisi ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz, lalu tinggallah bersamanya para ‘ulama, cendikia, dan para zuhud. Bersama merekalah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz mewujudkan pemerintahan yang keadilannya dirasakan di segala penjuru, sampai serigalapun enggal memangsa domba. Pak Prabowo, sekali lagi, kami memilih Anda bukan semata karena diri pribadi Anda. Maka pilihlah untuk membantu urusan Anda nanti, orang-orang yang akan meringankan hisab Anda di akhirat.

Pak Prabowo, kami memilih Anda, tapi..

Tapi kalaupun Anda tidak terpilih, kami yakin, pengabdian tak memerlukan jabatan. Tetaplah bekerja untuk Indonesia dengan segala yang Anda bisa, sejauh yang Anda mampu.

Sungguh Anda terpilih ataupun tidak, kami sama was-wasnya. Bahkan mungkin, rasa-rasanya, lebih was-was jika Anda terpilih. Kami tidak tahu hal yang gaib. Kami tidak tahu yang disembunyikan oleh hati. Kami tidak tahu masa depan. Kami hanya memilih Anda berdasarkan pandangan lahiriyah yang sering tertipu, disertai istikharah kami yang sepertinya kurang bermutu.

Mungkin jika Anda terpilih nanti, urusan kami tak selesai sampai di situ. Bahkan kami juga akan makin sibuk. Sibuk mendoakan Anda. Sibuk mengingatkan Anda tentang janji Anda. Sibuk memberi masukan demi kemaslahatan. Sibuk meluruskan Anda jika bengkok. Sibuk menuntut Anda jika berkelit.

Inilah kami. Kami memilih Anda Pak Prabowo, tapi..

Tapi sebagai penutup tulisan ini, mari mengenang ketika Khalifah ‘Umar ibn ‘Abdil ‘Aziz meminta nasehat kepada Imam Hasan Al Bashri terkait amanah yang baru diembannya. Maka Sang Imam menulis sebuah surat ringkas. Pesan yang disampaikannya, ingin juga kami sampaikan pada Anda, Pak Prabowo. Bunyi nasehat itu adalah, “Amma bakdu. Durhakailah hawa nafsumu! Wassalam.”

doa kami,

hamba Allah yang tertawan dosanya, warga negara Republik Indonesia. [Salim A Fillah] 🌿

3 weeks ago
22 notes
# Kelezatan Ketika Berbuat Baik # Sesungguhnya terjadinya kesalahan pada sebagian besar manusia, karena merasakan kelezatan lahiriah orang-orang yang fajir (ketika mereka bermaksiat). Mereka tidak merasakan kelezatan yang dirasakan orang-orang baik (ketika berbuat baik). - Ibnu Taymiyyah
 @mkh1384 - Dr. Muhammad al Khudairi, Dosen Ulumul Quran di King Saud University (KSU) Saudi Arabia. 73
http://twitulama.com/post/49427128039/sesungguhnya-terjadinya-kesalahan-pada-sebagian

# Kelezatan Ketika Berbuat Baik #

Sesungguhnya terjadinya kesalahan pada sebagian besar manusia, karena merasakan kelezatan lahiriah orang-orang yang fajir (ketika mereka bermaksiat).
Mereka tidak merasakan kelezatan yang dirasakan orang-orang baik (ketika berbuat baik). - Ibnu Taymiyyah


@mkh1384 - Dr. Muhammad al Khudairi, Dosen Ulumul Quran di King Saud University (KSU) Saudi Arabia. 73


http://twitulama.com/post/
49427128039/sesungguhnya-terjadinya-kesalahan-pada-sebagian

4 weeks ago
5 notes
"Baik dan buruk adalah murni Kehendak Allah."
Tidak selalu sebab amal saleh lalu baik kehidupannya dan amal buruk lalu buruk kehidupannya.
„bagi seorang Mukmin, tidak ada keburukan sampai ia menganggap Allah sedang memberinya keburukan.
Ust. Yusuf Mansur
Page 76
1 month ago
22 notes

lihat QS Al Hujuraat ayat 12

Saat puasa disodori sop iga? Nolak.
Sate ayam? Nolak.
Gurame bakar? Nolak.
Ya dong, kan lagi puasa.
Bayangin lagi puasa siang2 ada di tanjung priok. Panas bingit. Ditawarin es kelapa muda? Nolak.
Ditawarin es kelapa muda pake leci? Nolak.
Pdhl lagi panaaas dan terik2. Dipaksa pun kita tolak.
Ya laah, karena kita sedang berpuasa.

Tapi ditawari bangkai manusia kok lahap? Subhanallah. Dia telen, bahkan minta nambah.

(lihat QS Al Hujuraat ayat 12 ttg memakan bangkai saudaranya)
Hati2 ya yang suka nonton infotainment buka2 aib artis.
Hati2 yg suka duduk2 ngomongin keburukan tetangganya.

Allah Ta’ala tidak butuh puasanya orang yang meninggalkan makan dan minumnya namun tetap berlezat2 menikmati ghibah dan fitnah.

-dinukil dengan bhs sendiri dari nasehat Ustadz Nuzul Dzikri, Lc hafidzahullah-

1 month ago
19 notes

Pernikahan Adalah Akad

-1-
Pernikahan adalah akad atau ikatan,
akad untuk beribadah,
akad untuk membangun rumah tangga sakinah mawadah wa rahmah
akad untuk bersama-sama menggapai surga nan indah.

-2-
Pernikahan adalah akad untuk saling mencintai,
akad untuk saling mengerti dan memahami,
akad untuk saling peduli,
akad untuk saling mempercayai,
akad untuk saling menghormati dan menghargai.

-3-
Pernikahan adalah akad untuk saling menguatkan keimanan,
akad untuk saling meningkatkan ketakwaan,
akad untuk mengokohkan ketaatan kepada Tuhan,
akad untuk berjalan pada tuntunan Kenabian.

-4-
Pernikahan adalah akad untuk saling menerima apa adanya,
akad untuk saling membantu dan meringankan beban,
akad untuk saling menasihati dalam kebaikan dan kesabaran,
akad untuk tidak menuntut sesuatu di luar kemampuan pasangan.

-5-
Pernikahan adalah akad untuk selalu setia kepada pasangannya
setia dalam suka dan duka,
dalam kesulitan dan kesuksesan,
dalam sakit dan sehat,
dalam tawa dan air mata.

-6-
Pernikahan adalah akad untuk meniti hari-hari dalam kebersamaan,
akad untuk saling melindungi,
akad untuk saling menjaga,
akad untuk saling memberikan rasa aman dan nyaman,
akad untuk saling menutupi aib,
akad untuk saling mencurahkan perasaan,
akad untuk berlomba melaksanakan peran kerumahtanggaan.

-7-
Pernikahan adalah akad untuk mudah mengakui kesalahan,
akad untuk saling meminta maaf,
akad untuk saling memaafkan,
akad untuk tidak menyimpan dendam dan kemarahan,
akad untuk tidak mengungkit-ungkit kelemahan,
kekurangan, dan kesalahan.

-8-
Pernikahan adalah akad atau ikatan,
akad untuk tidak melakukan pelanggaran,
akad untuk meninggalkan kemaksiatan,
akad untuk tidak saling melukai hati dan perasaan,
akad untuk tidak saling menyakiti badan,
akad untuk tidak saling menorehkan duka kepada pasangan.

-9-
Pernikahan adalah akad untuk mesra dalam perkataan,
akad untuk santun dalam pergaulan,
akad untuk indah dalam penampilan,
akad untuk sopan dalam mengungkapkan keinginan,
akad untuk murah dalam pemberian,
akad untuk berlaku lembut kepada pasangan.

-10-
Pernikahan adalah akad untuk menjadi pasangan harmonis,
akad untuk memberikan senyum termanis,
akad untuk selalu berlaku romantis,
akad untuk tidak berwajah bengis,
akad untuk tidak bersikap sinis dan sadis.

-11-
Pernikahan adalah akad untuk saling mengembangkan potensi diri,
akad untuk adanya saling keterbukaan yang melegakan,
akad untuk saling menumpahkan kasih sayang,
akad untuk saling merindukan,
akad untuk saling mendoakan,
akad untuk saling mendengarkan,
akad untuk saling memperhatikan,
akad untuk saling membahagiakan.

-12-
Pernikahan adalah akad untuk tidak adanya pemaksaan kehendak,
akad untuk tidak saling membiarkan,
akad untuk tidak saling menjerumuskan,
akad untuk tidak saling meninggalkan,
akad untuk tidak saling mendiamkan.

-13-
Pernikahan adalah akad untuk rajin bekerja dan berusaha,
akad untuk mencari rejeki yang halal dan thayib,
akad untuk menjauhi penghasilan yang haram dan syubhat,
akad untuk tidak berputus asa,
akad untuk memiliki tekad membaja,
akad untuk tidak meminta-minta,
akad untuk selalu memiliki etos kerja.

-14-
Pernikahan adalah akad untuk menjaga hubungan kekeluargaan,
akad untuk berbakti kepada orang tua dan mertua,
akad untuk memperhatikan kerabat dan saudara,
akad untuk memuliakan tamu dan sesama,
akad untuk berbuat baik kepada tetangga.

-15-
Pernikahan adalah akad untuk mencetak generasi berkualitas,
akad untuk siap menjadi bapak dan ibu teladan,
akad untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anak,
akad untuk membangun peradaban masa depan.

-16-
Pernikahan adalah akad untuk menebarkan kebaikan
akad untuk mencegah kemungkaran,
akad untuk terlibat dalam perbaikan masyarakat,
bangsa, negara dan dunia.

-17-
Pernikahan adalah akad
untuk segala
yang bernama kebaikan !

Source ; Cahyadi Takariawan*

1 month ago
74 notes
Pada setiap pengajaran adalah hikmah dan untuknya ada berkah.

Pada setiap pengajaran adalah hikmah dan untuknya ada berkah.

3 months ago
22 notes
Tweets by @twitter